Home|Hubungi|Lokasi
Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI New Delhi, India, dan Lembaga Studi Realino bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Sanata Dharma (LPPM-USD) menga
Profil Kegiatan Beasiswa Publikasi Fasilitas Galeri Berita
Search
LPPM USD DAN LSR GELAR KONFERENSI INTERNASIONAL “REVIVING BEN ANDERSON”


Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sanata Dharma (LPPM USD) bekerjasama dengan Lembaga Studi Realino (LSR) menggelar Konferensi Internasional bertajuk “Reviving Ben Anderson: Imagined (Cosmopolitan) Communities” pada 13-14 Januari 2017 di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Konferensi yang diikuti oleh 74 partisipan dari berbagai kalangan dan wilayah serta dihadiri oleh ratusan pendengar dibuka oleh Rektor Universitas Sanata Dharma Drs. Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D.. Konferensi ini terselenggara berkat dukungan dari berbagai pihak, khususnya Melani Budianta. dan para alumni dari Cornell University, serta Dian Sastrowardoyo dan CIMB Niaga.

Dalam konferensi yang terbagi dalam sesi utama dan sesi paralel, para pembicara, termasuk pembicara utama, menyumbangkan berbagai kajian penting berkait dengan jejak pemikiran dan karya Ben Anderson semasa hidupnya (1936-2015). Salah satunya berkait dengan kosmopolitanisme yang menjadi pokok kajian dalam konteks masyarakat Indonesia masa kini dan Asia Tenggara pada umumnya. Pada sesi utama awal, Ramon Guillermo dan Coeli Bary mengkaji bagaimana kosmopolitanisme mampu menjadi bahasa bersama untuk menyadur, bahkan mempertajam, beragam persoalan dalam kehidupan masyarakat yang plural dan semakin global. Sesi utama berikutnya yang menghadirkan para alumni dari Cornell University, seperti Melani Budianta, Kamala Chandrakirana, Hendro Sangkoyo, Douglas Kammen, Made Tony Supriatma, beserta Ronny Agustinus (Marjin Kiri) dan Riwanto Tirtosudarmo (LIPI) berupaya untuk menunjukkan relevansi pemikiran dan karya Ben Anderson yang amat kaya dan tajam mengenai Indonesia, termasuk Asia Tenggara. Sedangkan pada sesi-sesi pararel yang terdiri dari tiga bagian besar di empat ruang yang berbeda, para pembicara mempresentasikan berbagai temuan dan refleksinya tentang kosmopolitanisme. Mereka yang kebanyakan adalah para “skolar” (scholar) muda tampak begitu antusias melibatkan diri dalam sesi paralelnya masing-masing, termasuk para pendengarnya.

 


Konferensi yang ditutup oleh Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI, Hilmar Farid, menandai bahwa kosmopolitanisme, termasuk nasionalisme, bukanlah sebuah ideologi. Tetapi, hal itu justru merupakan peluang dan/atau tantangan untuk membayangkan ke-Indonesia-an yang semakin plural dan global. Konferensi ini akan ditindak lanjuti dengan menerbitkan berbagai kajian dari para partisipan dalam bentuk buku dan mengagendakan acara serupa secara berkala di masa yang akan datang.
 
Berikut link berita yang berkaitan:





LPPM USD dan LSR Gelar Konferensi Internasional “Reviving Ben Anderson”
(IN) TOLERANSI WAYANG UNTUK KUASA HASRAT RAKYAT INDONESIA
Y. APRIASTUTI RAHAYU (editor)
28 Juni 2017 | 21:47 WIB
SRIWIJAYA DAN MASYARAKAT BHINEKA
Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI New
4 April 2017 | 13:30 WIB
Menjadi Guru Nasionalis
PPG SM-3T adalah program dari Kemristek Dikti yg bertujuan
10 Maret 2017 | 09:00 WIB
Keberatan Harus Ada Bukti Kuat
Harianjogja.com, JOGJA-Ketua Komisi Pemilihan Umum
10 Maret 2017 | 08:52 WIB
Penetapan Walikota Terpilih Tertunda
Harianjogja.com, JOGJA — Penetapan wali kota Jogja
20 Januari 2017 | 11:12 WIB
LPPM USD dan LSR Gelar Konferensi Internasional “Reviving Ben Anderson”
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
4 November 2016 | 09:28 WIB
Converence On Reviving BENEDICT ANDERSON Imagined (Cosmopolitan) Communities
In his necrology (The Jakarta Post & The New York Times),
Home | Profile | Aktifitas Realino | Beasiswa | Lokasi | Hubungi Kami | Publikasi | Fasilitas | Berita
Copyright © 2008 Lembaga Study Realino, All Right Reserved.