Home|Hubungi|Lokasi
Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI New Delhi, India, dan Lembaga Studi Realino bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Sanata Dharma (LPPM-USD) menga
Profil Kegiatan Beasiswa Publikasi Fasilitas Galeri Berita
Search
NASIONALITAS KAMP(ung) TEKNOLOGI
Anna Lucy Rahmawati, Raimundus Pakpahan, Y.A. Widr
Sinopsis
Mengenai para sarjana perekayasa teknologi, mereka itu percaya pada cara bahasa mereka sendiri, seperti sebagaimana biasa setiap orang juga percaya pada bahasa mereka masing-masing. Akan tetapi, merasa lebih dari yang lain, mereka percaya diri bahwa bahasa dan hasilnya selalu saja dapat dibongkar dan dirangkai kembali - dan dibongkar lagi - demi manfaat kegunaan bahasa itu sendiri maupun segala sesuatu yang terkait dengannya.
 
Para sarjana tersebut sama seringnya dengan sesamanya dalam hal bermimpi dan merencanakan sesuatu. Tetapi mereka merasa lebih hebat dengan perhitungan dan keyakinan bahwa antara apa yang disebut perencanaan dan impian itu adalah sama saja. Bahkan di ujung batapun, mereka tidak segan dan terlalu berani memaklumkan diri sebagai perekayasa jiwa manusia. Hanya perlu diingat, bahwa selalu saja juga ada seorang "sarjana" seperti itu dalam diri kita masing-masing.
NASIONALITAS INDONESIA (di) INDAH-INDAH (kan)
Abraham Ferry Rosando, Yohanes Maria Vianey Munday
Sinopsis
Sejak dari awal saat penemuannya, ilmu pengetahuan dan teknologi terus bergerak dengan cara seperti Radio Hindia Belanda. Teknologi radio yang menyebar-luaskan pengertian kekuasaan yang dipahami terutama sebagai bersifat mekanis. Kekuasaan seperti itulah yang menolong melonggarkan ikatan-ikatan yang sepantasnya antara: derau (noise) dengan suara (voice), antara kata (word) dengan perbuatan (deed) dalam peristiwa hidup sehari-hari masyarakat
RUMAH SAKIT
Chatarina Dwiana Wijayanti, dkk
Sinopsis
Mendewa-dewakan teknologi (pernah) menjadi seperti ibaratnya kelancaran menggunakan bahasa bersama, atau kemulusan jalan aspal, yang berguna seperti mengenakan pakaian - khususnya para pesolek - yang mendukung mereka mampu bersuara lantang dan jelas. Apakah itu terjadi sekedar karena tubuh dan jiwa manusia terbuat dari kayu dan tanah liat.
kiri 1 - 2 - 3 - 4 - 5 kanan
(IN) TOLERANSI WAYANG UNTUK KUASA HASRAT RAKYAT INDONESIA
Y. APRIASTUTI RAHAYU (editor)
28 Juni 2017 | 21:47 WIB
SRIWIJAYA DAN MASYARAKAT BHINEKA
Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI New
4 April 2017 | 13:30 WIB
Menjadi Guru Nasionalis
PPG SM-3T adalah program dari Kemristek Dikti yg bertujuan
10 Maret 2017 | 09:00 WIB
Keberatan Harus Ada Bukti Kuat
Harianjogja.com, JOGJA-Ketua Komisi Pemilihan Umum
10 Maret 2017 | 08:52 WIB
Penetapan Walikota Terpilih Tertunda
Harianjogja.com, JOGJA — Penetapan wali kota Jogja
20 Januari 2017 | 11:12 WIB
LPPM USD dan LSR Gelar Konferensi Internasional “Reviving Ben Anderson”
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
4 November 2016 | 09:28 WIB
Converence On Reviving BENEDICT ANDERSON Imagined (Cosmopolitan) Communities
In his necrology (The Jakarta Post & The New York Times),
Home | Profile | Aktifitas Realino | Beasiswa | Lokasi | Hubungi Kami | Publikasi | Fasilitas | Berita
Copyright © 2008 Lembaga Study Realino, All Right Reserved.