Home|Hubungi|Lokasi
Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI New Delhi, India, dan Lembaga Studi Realino bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Sanata Dharma (LPPM-USD) menga
Profil Kegiatan Beasiswa Publikasi Fasilitas Galeri Berita
Search
GE(mer)LAP NASIONALITAS POSTKOLONIAL
Ruth Saiya, dkk.
Sinopsis
Fiksi – sastra dan tulisan lain – merasuk diam-diam secara berkesinambungan ke dalam kenyataan hidup sehari-hari. Sastra dan tulisan seperti itu mencipta keyakinan yang menakjubkan akan adanya komunitas kerakyatan antar orang-orang yang tak saling kenal, dan menjadi lencana resmi nasionalitas kebangsaan modern. Buku ini bukan sekadar memaparkan tentang nasionalitas ke-Indonesia-an yang selama ini terlanjur dilestarikan sebagai sebuah warisan dari masa lalu. Yakni, sebuah kawasan negara sebagaimana ada dalam pikiran beberapa pemimpin “nasional” RI semasa rejim Orde Baru berkuasa. Akan tetapi berkaitan dengan, misalnya, orang-orang(!) Maluku, yang kaya dengan rempah-rempah, hutan, lautan dengan segala isinya. Begitu juga untuk nasionalitas orang-orang Ngawi di Jawa Timur, Luhak Agam di Sumatera Barat, Balai Riam di Kalimantan Tengah, Baros dan Sukabumi di Jawa Barat.
MEMBACA POSTKOLONIALITAS (di) INDONESIA
Melani Budianta, dkk.
Sinopsis
Buku Membaca Postkolonialitas (di) Indonesia ini adalah usaha mengkaji-ulang masa lalu berbasis nasionalitas kebudayaan. Sebuah usaha dekonstruktif untuk mendukung pembaca ikut mengembangkan pengertian sejarah masyarakat Indonesia, dan mengartikulasikan aneka ragam kebudayaan kebangsaan Indonesia masa kini
SISI SENYAP POLITIK BISING
Hasim Adnan, dkk.
Sinopsis
Meskipun penguasa Orde Baru diduga sudah tergusur pada tahun 1998, dan hasil Reformasi Mei 1998 sudah hampir berusia satu dasa warsa, para penulis dalam buku bunga rampai ini masih saja mendengar dan mencatat keseragaman firdaus (orde) baru. Firdaus seragam itulah yang nampaknya malah bikin bising telinga rakyat Indonesia. Dengan bekal kajian postkolonialitas, para peneliti muda dalam buku ini tidak menyingkir-i/kan kesenjangan, kemangkiran, kemenduaan, kemacetan, kerapuhan, dan hal-hal sejenis lainnya dalam politik kebudayaan bagi hidup masyakarat sehari-hari. Para penulis dalam buku ini menyumbang kewaspadaan dan kejelian yang perlu untuk menyuarakan (s)isi senyap dari hiruk pikuk firdaus semacam itu.
kiri 1 - 2 - 3 - 4 - 5 kanan
(IN) TOLERANSI WAYANG UNTUK KUASA HASRAT RAKYAT INDONESIA
Y. APRIASTUTI RAHAYU (editor)
28 Juni 2017 | 21:47 WIB
SRIWIJAYA DAN MASYARAKAT BHINEKA
Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI New
4 April 2017 | 13:30 WIB
Menjadi Guru Nasionalis
PPG SM-3T adalah program dari Kemristek Dikti yg bertujuan
10 Maret 2017 | 09:00 WIB
Keberatan Harus Ada Bukti Kuat
Harianjogja.com, JOGJA-Ketua Komisi Pemilihan Umum
10 Maret 2017 | 08:52 WIB
Penetapan Walikota Terpilih Tertunda
Harianjogja.com, JOGJA — Penetapan wali kota Jogja
20 Januari 2017 | 11:12 WIB
LPPM USD dan LSR Gelar Konferensi Internasional “Reviving Ben Anderson”
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
4 November 2016 | 09:28 WIB
Converence On Reviving BENEDICT ANDERSON Imagined (Cosmopolitan) Communities
In his necrology (The Jakarta Post & The New York Times),
Home | Profile | Aktifitas Realino | Beasiswa | Lokasi | Hubungi Kami | Publikasi | Fasilitas | Berita
Copyright © 2008 Lembaga Study Realino, All Right Reserved.