Home|Hubungi|Lokasi
Bekerjasama dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Kedubes RI, di New Delhi, India, Lembaga Studi Realino menyelenggarakan sebuah kuliah umum bertema “Being an Intellectual in Postcolonial Countrie
Profil Kegiatan Beasiswa Publikasi Fasilitas Galeri Berita
Search
Judul : MENJADI (TIONGHOA)
Karya/ Editor: BudiSusanto, S.J Dkk
Sinopsis :

Bagi Oom Sio, Frederik Parluhutan, bercerita dan menulis tentang masa lalu warga peranakan Tionghoa dalam bentuk fiksi sejarah ― Nanyang dan Ranting ― membuatnya nyaman untuk mendukung para pembaca, sesama warga negara bangsa Indonesia dalam memperkembangkan nasionalisme. Belajar dari Opa Kwee yang sempat mempunyai nama penulis Tjamboek Berdoeri, James Siegel, antropolog dan pemerhati Indonesia menganggap mendesak dan penting untuk terus menikmati karya-karya sastrawi para penulis Indonesia sejenis itu. Menurut Siegel, buku-buku: Indonesia dalem Api dan Bara (2004) dan Menjadi Tjamboek Berdoeri (2010), sebagai cerita dan cita-cita Opa Kwee membuat pembaca tetap tidak abai dengan masa lalu bangsanya; untuk tidak selalu mengandalkan kontrol atas massa rakyat sebagai pembenaran hasrat berkuasa. Tulisan Oom Sio berdasar kosmopolitanisme di Sumatra Utara dalam buku ini kurang lebih mirip paparan Opa Kwee tentang masa lalu Jawa Timur. Sesudah tujuh-puluh tahun proklamasi kemerdekaan Indonesia (1945-2015), kemiripan tersebut berkelanjutan. Syukurlah, Indonesia menyediakan sebuah bahasa bersama ― lingua franca ― yang mempunyai daya kuasa hasrat untuk “tidak saling mencerminkan dan tidak saling menyebabkan rikuh” (Siegel, 2009, SADUR) karena bahasa itu bukan milik salah satu dari ratusan bahasa ibu dari wilayah Sabang sampai Merauke. Hakekat (budi)bahasa bukan sekadar mengejar berkata-kata tanpa ujung janji makna, tetapi menyediakan peluang bergerak menghadapi hasrat berkuasa yang tidak jarang abai tentang sesama.


<< Back
(IN) TOLERANSI WAYANG UNTUK KUASA HASRAT RAKYAT INDONESIA
Y. APRIASTUTI RAHAYU (editor)
20 November 2017 | 13:15 WIB
Being an Intellectual in Postcolonial Countries
Bekerjasama dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan,
7 November 2017 | 08:29 WIB
Realino Public Lecture
BEING AN INTELLECTUAL IN POST-COLONIAL COUNTRIES
28 Juni 2017 | 21:47 WIB
SRIWIJAYA DAN MASYARAKAT BHINEKA
Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI New
4 April 2017 | 13:30 WIB
Menjadi Guru Nasionalis
PPG SM-3T adalah program dari Kemristek Dikti yg bertujuan
10 Maret 2017 | 09:00 WIB
Keberatan Harus Ada Bukti Kuat
Harianjogja.com, JOGJA-Ketua Komisi Pemilihan Umum
10 Maret 2017 | 08:52 WIB
Penetapan Walikota Terpilih Tertunda
Harianjogja.com, JOGJA — Penetapan wali kota Jogja
Home | Profile | Aktifitas Realino | Beasiswa | Lokasi | Hubungi Kami | Publikasi | Fasilitas | Berita
Copyright © 2008 Lembaga Study Realino, All Right Reserved.